Komisi A DPRD Medan

Sejumlah kalangan menghimbau anggota Komisi A DPRD Medan mengembalikan anggaran kunjungan kerja (kunker) mereka ke PT Kereta Api di Bandung. Langkah ini dinilai tepat untuk menghindari temuan dalam Laporan Pertanggungjawaban keuangan. Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut Elfenda Ananda mengatakan, indikasi pemborosan anggaran dalam kunjungan ini ada. Di mana sebelumnya, Pansus Aset DPRD Medan sudah pernah berkunjung ke sana dengan masalah yang sama. “Ini saja sudah cukup jadi indikasinya.

Makanya kami sarankan Komisi A untuk mengembalikan anggaran kunker itu. Ini sebagai masukan agar anggaran itu tidak menjadi temuan di akhir tahun anggaran,” bebernya, kemarin. Dia menambahkan selain itu, lebih jauh lagi, jika kunker Komisi A itu untuk mendapatkan keterangan yang serupa dan data yang sama dengan apa yang sudah ditanyakan Pansus Aset sebelumnya, menurut Elfenda, hal ini semakin menguatkan bahwa ada indikasi pemborosan anggaran.

“Baiknya kan ditanya saja ke Pansus Aset data-data itu. Jadi tidak perlu lagi harus ke Bandung,”tukasnya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun media massa, dalam kunjungan itu Komisi A memastikan status sejumlah lahan di Jalan Jawa Medan pada PT Kereta Api (KA).

Menurut salah seorang anggota Pansus Aset yang ditanyai wartawan, data yang diminta dan diperoleh Komisi A itu sebenarnya sudah ada pada Pansus Aset. Menanggapi hal ini, KetuaKomisi ALandenMarbun menegaskan kunjungan mereka sah sesuai aturan perundangan yang ada. Keberangkatan Komisi A ke Bandung itu kata dia bertujuan untuk mendalami persoalan hak pengelolaan lahan (HPL) dan hak guna bangunan (HGB) di atas lahan di Jalan Jawa. Demikian catatan online Blog Info tentang Komisi A DPRD Medan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel