Dinas Tata Ruang Kota

Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) telah menyelesaikan inventarisasi awal bangunan cagar budaya (BCB) di Kota Solo. Setelah disahkan melalui surat keputusan (SK) menjadi bangunan cagar budaya, bangunan tersebut dipasang label dan menerima perlakuan khusus.

Program DTRK ini mulai berjalan sejak April dan rencananya selesai Juni mendatang. Secara teknis, inventarisasi dilakukan oleh konsultan. Hingga awal Mei,tim konsultan telah menginventarisasi separuh dari total bangunan yang diduga merupakan bangunan cagar budaya. Sebelum diputuskan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK, bangunan- bangunan tersebut dikaji terlebih dahulu.

“Harus sesuai dengan metodologi inventarisasi bangunan cagar budaya. Nanti dikelompokkan menjadi bangunan jenis privat, bersejarah/pemerintah dan kawasan cagar budaya,” kata Kepala DTRK Solo Yob S Nugroho, kemarin. Inventarisasi bangunan cagar budaya,kata Yob,untuk memunculkan ciri khas Kota Solo melalui bangunan-bangunannya.

Otomatis tidak hanya bangunan milik pemerintah yang masuk dalam daftar, tapi bangunan milik pribadi dimungkinkan terinventarisasi. Sehingga, kata dia,perlu ada kompensasi bagi pemilik bangunan. “Misalnya saja keringanan PBB.Sebab setelah menjadi bangunan cagar budaya,maka bangunan tersebut bisa direhabilitasi, revitalisasi, atau direservasi,” paparnya.

Bangunan yang telah disahkan sebagai cagar budaya ditandai dengan label yang membedakannya dengan bangunan biasa. Wali Kota Solo Joko Widodo meminta DTRK segera menyelesaikan inventarisasi tersebut, sekaligus pemasangan label bangunan. Ia juga menekankan pendirian bangunan baru supaya mencirikan karakter serta desain khas Kota Solo. Demikian catatan online Blog Info tentang Dinas Tata Ruang Kota.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel