Kalangan DPRD Kota Semarang

Kalangan DPRD Kota Semarang mendesak Dinas Pasar bertindak tegas dalam pelaksanaan relokasi pedagang Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong ke Rumah Potong Unggas (RPU) Penggaron. Ketegasan diperlukan guna menghindari mangkraknya aset bangunan RPU yang menelan dana sekitar Rp6 miliar. “Sarana dan prasarana di RPU Penggaron sudah memadai. Jangan sampai aset yang ada menjadi tak berguna karena tak dipakai. Karenanya, pemerintah harus tegas merelokasi pedagang,” kata anggota Komisi B DPRDYearzy Ferdian kemarin. Terkait tuntutan pedagang yang mengeluhkan akses jalan menuju lokasi yang belum ada,Yearzy menilai hal itu akan dipikirkan.

DPRD bisa meminta pemkot mengajukan anggaran untuk membuatkan jalan menuju RPU di APBD mendatang. “Saya yakin jika pedagang mau pindah, lambat laun juga akan ramai di lokasi baru,”ujarYearzy. Sekretaris Dinas Pasar Fajar Purwoto mengatakan relokasi pedagang Pasar Kobong akan dilakukan secara bertahap dan sesuai rencana dimulai pada akhir Mei mendatang.

Tahap awal, untuk pedagang unggas dan jasa pemotongan unggas sebanyak 31 pedagang. Mereka ini akan menempati RPU Penggaron. Relokasi tahap dua dengan sasaran pedagang ikan segar, bumbon (bumbu), dan kelontong. Mereka ditargetkan sudah harus meninggalkan Pasal Kobong akhir Juni nanti. Di lokasi baru, khusus pedagang ikan segar akan ditempatkan di Pasar Ikan Higienis (PIH) Rejomulyo, sedangkan pedagang bumbu, kelontong dan sejenisnya akan dicarikan ke tempat lain.

“Alternatifnya ada tiga, yakni dibuatkan tempat darurat, kemudian di Pasar Waru atau Pasar Dargo. Jadi, semua pedagang nanti akan bedol. Sehingga akhir tahun ini lokasi Pasar Kobong sudah steril,” tandas Fajar. Mengenai tuntutan akses jalan, pihaknya belum bisa merealisasikan tahun ini lantaran tidak ada anggarannya. Di sisi lain,selain membutuhkan dana Rp30 miliar, pengalokasian anggaran juga harus melalui mekanisme pembahasan dan persetujuan DPRD.

Dana pembuatan jalan kemungkinan baru bisa dialokasikan di APBD 2012 atau 2013.“Yang jelas,permintaan pedagang kami tampung dan sampaikan ke pimpinan daerah. Kami usahakan agar bisa terealisasi,”ujarnya. Sebelumnya, pedagang Pasar Kobong menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke RPU Penggaron asal pemkot bersedia memenuhi dua tuntutan, yakni pembuatan jalan tembus Penggaron–Bangetayu dan trayek angkutan umum menuju RPU Penggaron. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka menolak dipindah. Demikian catatan online Blog Info tentang Kalangan DPRD Kota Semarang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel