Penahanan aktivis petani

Penahanan aktivis petani, Tukijo, 44 menuai aksi protes dari petani pesisir selatan Kulonprogo. Ribuan Petani yang tergabung dalam Paguyuban petani Lahan Pantai (PPLP), kemarin siang mendatangi Mapolres Kulonprogo. Mereka menuntut Tukijo segera dibebaskan karena dianggap tidakbersalah.

Ribuan massaini datang menggunakan sekitar 22 truk dan puluhan sepeda motor. Mereka berangkat dari simpang empat Brantan, Panjatan menuju Mapolres Kulonprogo. Selama perjalanan warga juga mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. Sampai di Mapolres Kulonprogo, warga langsung menggelar aksi di depan kantor itu. Warga berorasi di depan pintu gerbang sebelah timur.

Aksi warga ini mengakibatkan jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta–Purworejo ditutup beberapa saat. ”Tukijo harus dibebaskan sekarang juga,” ujar Sumanto, salah satu tokoh PPLP,dalam orasinya. Menurutnya, apa yang dilakukan Tukijo terhadap tujuh buruh yang bekerja di pilot project PT Jogja Magasa Iron adalah bentuk menjaga keamanan.Tukijo tidak pernah menyandera warga itu seperti yang disangkakan.

Justru dia melindungi keamanan buruh dari kemungkinan tindakan dari satu dua orang. Apa yang dilakukan warga, dengan menutup jalan dan melarang karyawan PT JMI melintas, merupakan hal wajar. Sebab, warga tidak menghendaki adanya penambangan pasir besi. Atas dasar itulah warga tidak memperbolehkan pihakpihak JMI dan karyawannya melintas. ”Tukijo bukan penyandera, Tukijo harus dikembalikan,” tandas Sumanto.

Sekianlamamenggelarorasi, sekitar sepuluh orang perwakilan warga masuk menemui kapolres. Setelah negosiasi selesai, kapolres langsung turun dan menemui petani yang menggelar aksi demo.Kapolres Kulonprogo meminta agar semua pihak menghormati proses hukum dan normahukum.Sudahadaaturan penahanan dan penangguhan yang bisa dijalankan.Hanya,semuanya butuh proses dan tidak bisa serta-merta.Dalam KUHP sudah dijelaskan mengenai masalah penahanan seperti itu.

”Kita hormati proses hukum yang.Penahanan menjadi kewenangan dari penyidik,” ujar Kapolres.Mendengar penjelasan itu, warga bisa menerima dan membubarkan diri dengan tertib. Aksi massa menuntut pembebasan Tukijo juga dilakukan di Gedung DPRD DIY. Massa yang menamakan diri Front Perjuangan Rakyat (FPR) mendesak meminta DPRD DIY membebaskan Tukijo. Massa ditemui oleh Wakil Ketua DPRD DIY Tutiek M Widyo.

”Kami menerima aspirasi dan memfasilitasi keinginan membebaskannya,” ucapnya. Sementaraitu,DirekturLBH Yogyakarta Irsyad Tamrin menilai penangkapan yang dilakukan kepada Tukijo tersebut melanggar Pasal 9 ayat (2) UU No 12/2005. Pasal itu mengaskan, setiap orang yang ditangkap wajib diberi tahu pada saat penangkapan dan segera mungkin diberi tahu mengenai tuduhan yang dikenakan kepadanya.

”Kami akan mendesakPolres Kulonprogo untuk menghentikan proses hukum kepada Tukijo,dan menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap petani lahan pantai di Kulonprogo,” ungkapnya. Demikian catatan online Blog Info tentang Penahanan aktivis petani.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel