Sejumlah pasar tradisional di DIY

Sejumlah pasar tradisional di DIY rencananya dimodernisasi dan didesain seperti Pasar Modern di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten. Langkah ini sebagai upaya konkret untuk mempertahankan pasar tradisional dari gempuran pasar modern. Sebagai tahap awal, ada 22 pasar tradisional di DIY akan dijadikan pasar percontohan.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD DIY Sukamto mengatakan hasil studi banding di BSD Tangerang memberi inspirasi dalam rangka mempertahankan pasar tradisional. Studi banding dalam rangka mencari masukan atas pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Pasar Tradisional yang saat ini sedang dibahas DPRD dan eksekutif.

Menurut Sukamto, pada intinya pasar tradisional tidak akan kalah bersaing jika beberapa hal seperti manajemen, konsep, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) memadai. ”Tak kalah pentingnya adalah kebersihan atau higienitas pasar,” ujarnya kemarin. Dia menceritakan, konsep BSD secara prinsip sebenarnya bisa diterapkan di pasar-pasar tradisional di DIY. Saat ini penanganan manajemen pasar tradisional memang harus diperbaiki.”

Misalnya,banyak pedagang di pasar-pasar kita mengeluhkan karena kiosnya berada di lantai atas yang jarang dikunjungi konsumen. Lantai atas bisa dibuat ramai.Kita dan eksekutif sedang mencari terobosan untuk itu (pasar lantai atas tetap ramai),”ungkapnya. Politikus PKB asal Sleman ini menerangkan,jika ada niat dan kemampuan yang kuat, konsep BSD bisa diterapkan di wilayah DIY.

Dia mengakui hal itu butuh proses serta dilakukan secara bertahap. ”Ya, bertahap tetap bisa. Misalnya sebagai awalan adalah Pasar Colombo dulu yang pertama dijadikan seperti BSD, kan Pasar Colombo dekat rumah saya,” ungkapnya. Kepada Bidang Perekonomian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, 2011 ini APBD DIY menganggarkan dana Rp5,680 miliar untuk perbaikan 22 pasar tradisional di DIY yang dijadikan percontohan.

Pasar tradisional yang akan dijadikan percontohan itu berada Kota Yogyakarta (3), Bantul (2), Gunungkidul (3), Sleman (8), dan Kulonprogo (6). ”Anggaran tersebut untuk 22 pasar tradisional,”ucapnya. Pada dasarnya pasar tradisional akan mampu bersaing dengan pasar modern jika memenuhi beberapa poin penting seperti higienis, bersih, pengunjung aman, rapi, fasilitas parkir aman serta SDM atau pedagang serta infrastruktur yang memadai.

”Anggaran untuk pasar percontohan itu antara lain untuk menunjang poin-poin penting tersebut,” tandas Biwara. Jika pasar tradisional tidak segera diberdayakan maka lambat laun akan tergusur oleh pasar modern yang perkembangannya semakin banyak.Tapi di sisi lain, pihaknya mengakui selama ini ada beberapa kendala dalam rangka melindungi pasar tradisional seperti anggaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan yang ada.

”Untuk pemberdayaan pasar tradisional memang ada anggaran dari APBN dan APBD,tapi jumlahnya perlu lebih banyak lagi,”ungkapnya. Biwara menambahkan, salah satu prioritas melindungi pasar tradisional agar tetap eksis adalah memberikan bantuan terhadap pedagang di pasar- pasar di sekitar Merapi.

Tahun ini APBD DIY menganggarkan Rp1,82 miliar untuk pemberian modal terhadap 2.224 pedagang di pasar tradisional di wilayah Sleman yang menjadi korban erupsi Merapi. ”Dana tersebut sebagai modal kepada pedagang agar perekonomian diharapkan kembali berputar seperti sebelum erupsi,” ungkapnya. Demikian catatan online Blog Info tentang Sejumlah pasar tradisional di DIY.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel