Kasus dugaan korupsi pengadaan alat

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat penunjang pendidikan elektronik atau TV edukasi di Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, memasuki tahap lanjutan. Tujuh pejabat, dari delapan tersangka, ditahan Kejaksaam Negeri (Kejari) Makassar, kemarin.

Pejabat setingkat kepala bagian di lingkup Disdik Sulsel itu ditahan saat pelimpahan berkas dan tersangka oleh penyidik Polda Sulsel ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Masing- masing tersangka yang ditahan adalah, Suherman Suardy, Sitti Nurbaena, Syafruddin Mappagiling, Hermin Padaunan, Harkas, Imran Hasbie, dan Sylvia Maria Runturambi.

Sedangkan satu tersangka lainnya, Elfis Risal, tak terlihat dalam rombongan tersangka yang ditahan kemarin. Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Makassar Muhammad Syahran Rauf mengatakan, penahanan ketujuh tersangka tersebut dilakukan karena uang kerugian negara sebesar Rp1,6 miliar berdasar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel tidak dikembalikan.

“Ini sudah sesuai dengan prosedur, dan mereka tidak memiliki niat untuk mengembalikan uang kerugian negara,” ujar Syahran yang menjelaskan dasar penahanan ketujuh orang yang masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersebut. Saat dilakukan penyidikan di kepolisian,tersangka korupsi TV edukasi ini tidak pernah ditahan.

Terkait dengan belum ditahannya satu orang tersangka, yakni Elfis Risal,hingga kemarin, belum ada keterangan resmi dari pihak kejaksaan. Elfis Risal yang merupakan penanggung jawab proyek pengadaan TV edukasi untuk sekolah dasar di Sulsel itu tidak terlihat di Kejari Makassar.

Padahal, pihak kepolisian lebih awal menyandangkan predikat tersangka kepada Elfis dalam proyek senilai Rp9 miliar lebih tersebut. Kuasa Hukum kedelapan tersangka, Fanny Anggraeni mengaku, ketidakhadiran Elfis dalam proses pelimpahan tersebut lantaran masih dalam perjalanan menuju Makassar. ”Dia masih di bandara,masih di jalan lah, jadi dia tidak datang,” terang Fanny yang tak memberi keterangan lanjutan.

Ketujuh tersangka yang ditahan Kejari Makassar ini merupakan anggota tim pengadaan TV edukasi pada 2007 silam menggunakan dana dari APBN. Saat ditahan, ketujuh orang ini masih menggunakan seragam PNS.Terlihat, saat digiring ke mobil tahanan kejaksaan, mereka diapit petugas keamanan kejaksaan dan polisi bersenjata lengkap dan menutupi wajah mereka dengan koran bekas.

Setelah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar selama 20 hari kedepan, ketujuhnya kemudian akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Makassar. Kuasa Hukum tersangka sebelumnya telah mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan orang yakni Kepala Disdik Sulsel Andi Patabai Pabokori, namun ditolak oleh pihak kejaksaan.

Kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Sulsel ini dibawake ranah hukum setelah ada laporan dari internal Dinas Pendidikan yang menduga telah terjadi mark up anggaran dalam pengadaan alat Bantu pendidikan di sekolah dasar (SD) se-Sulsel tersebut.

Dimana seharusnya, anggaran Rp9 miliar itu digunakan untuk membeli televisi, stabilizer, parabola dan beberapa item penunjang untuk programTV edukasi yang didesain khusus tersebut. Namun penyidikan kepolisian menemukan ada penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut.

Untuk sementara ini, tersangkaini dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang nomor 31tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tuduhan dilakukan secara bersama-sama.Dimana meraka terancam dipenjara diatas 5 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel