Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone akan menemui keluarga yang kesurupan pada Minggu (25/9). Dua anggota keluarga itu mengalami luka bakar setelah mereka saling membakar saat kesurupan.

Sembilan anggota keluarga ini diduga kesurupan massal saat menjalankan sebuah ritual. MUI bermaksud memberikan pencerahan agar keluarga asal Maros yang tinggal di Jalan Jambu tersebut menjauhi aliranaliran yang bertentangan dengan ajaran agama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bone Syarifuddin Latif mengatakan, pihaknya bersama MUI akan menemui keluarga tersebut. “Kami ingin mereka tidak terpengaruh aliran-aliran yang bertentangan dengan ajaran agama,”katanya.

Saat kesurupan, dua gadis anggota keluarga ini menderita luka serius dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.Kedua korban, Mulyana dan Mulyani, saling membakar diri hingga terluka parah. Kapolsek Tanete Riattang Kompol Ali Syahban mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan korban jika kondisinya sudah membaik.

Jamaludin,orang tua kedua korban, membantah keluarganya sedang mendalami aliran sesat. Dia mengungkapkan, peristiwa itu berawal dari dua anaknya yang kesurupan. Dalam kondisi panik, keluarga yang lain datang membacakan ayat suci Alquran. Keterangan Jamaludin itu bertentangan dengan keterangan Ahmaldin, salah satu anggota keluarga itu.

Ketika diperiksa polisi,dia mengaku pernah berguru ilmu di Kendari agar terhindar dari pengaruh kekuatan gelap. Ahmaldin inilah yang diduga kuat ingin menularkan ilmunya kepada keluarganya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel