Kapolres Bone AKBP Zarialdi

Kapolres Bone AKBP Zarialdi berjanji menindak tugas oknum yang sengaja menimbun bahan bakar minyak (BBM) untuk dijual kembali. Pernyataan itu diungkapkan menyusul maraknya penimbunan BBM jenis solar di daerah ini.

Dalam dua bulan terakhir, polisi menyita belasan ribu liter solar yang diduga dibeli secara ilegal.Kasus terakhir, solar ditangkap di Bajoe sebanyak 5.000 liter yang disimpan dalam 144 jeriken. BBM bersubsidi ini diduga akan dijual ke Kolaka, Sulawesi Tenggara. “Polisi tidak akan mainmain dengan kasus illegal oilkarena sudah sangat meresahkan masyarakat,”ujar dia,kemarin.

Hingga kemarin, tercatat tujuh tersangka illegal oil yang meringkuk di tahanan polres menunggup roses hukum. Mereka ditangkap bersama barang bukti BBM ilegal. Zarialdi mengatakan, daerah yang menjadi sasaran penyelundupan BBM jenis solar itu umumnya di daerah yang berbatasan Kabupaten Sinjai, seperti Mare dan Kajuara.

“Ada yang beli dengan alasan untuk mesin chain saw, ada pula yang beralasan untuk keperluan melaut,” paparnya. Kenyataannya, BBM yang dibeli dalam jumlah banyak itu langsung dimuat di perahu untuk dibawa ke Kolaka untuk dijual. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Bone Andi Abbas mengaku, saat ini ratusan nelayan terpaksa tidak melaut akibat kelangkaan solar. Nelayan terpaksa beralih sementara menjadi petani.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel