KTT Uni Eropa di Brussels

KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, yang digelar sejak Minggu kemarin tampaknya bakal sulit mencapai sebuah kesepakatan komprehensif untuk mengatasi krisis utang zona euro pada pertemuan puncak hari ini, Rabu 26 Oktober 2011. Potensi kebuntuan terjadi terutama pada belum disepakatinya aspek-aspek kritikal dalam rancangan perjanjian. Salah satu di antaranya, soal aturan penggunaan dana talangan bagi kawasan ini.

Para pejabat Uni Eropa dan diplomat Eropa telah menurunkan tingkat optimisme mereka bahwa pertemuan ke-17 pemimpin zona euro ini akan berhasil merumuskan langkah-langkah terobosan yang mendasar. Padahal, beberapa pekan lalu Perancis dan Jerman menyatakan hakulyakin bahwa sebuah "solusi yang komprehensif" untuk mengatasi krisis utang dan gejolak ekonomi selama dua tahun belakangan ini akan dapat dirumuskan pada akhir bulan ini.

Di satu sisi, tampaknya ada konsensus luas mengenai kebutuhan dana sebesar 110 miliar euro atau sekitar US$150 miliar untuk disuntikkan ke dalam sistem perbankan Eropa guna menyangga potensi default utang Yunani dan menjalarnya krisis keuangan. Tapi, di sisi lain, hanya ada sedikit kejelasan tentang dua bagian kritikal dari rencana itu.

Satu elemen adalah soal meningkatkan dana talangan yang saat ini sebesar 440 miliar euro, yang disebut Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF). Elemen lain, difokuskan pada upaya untuk mengurangi kewajiban utang Yunani dengan makin dalamnya kerugian investor swasta--bank-bank dan perusahaan asuransi besar--gara-gara obligasi Yunani yang mereka pegang.

Para pemimpin Uni Eropa diperkirakan bakal mempertimbangkan dua metode untuk meningkatkan EFSF. Pertama, menggunakannya untuk memberikan jaminan bagi para pembeli surat utang zona euro yang baru. Yang kedua, menggunakan skema itu untuk membuat kendaraan investasi khusus yang akan menarik uang dari sovereign wealth fund dan investor lain untuk membeli utang. Mereka juga mungkin akan bersepakat untuk mengkombinasikan kedua opsi itu.

Sementara para pelaku pasar telah berharap selama berminggu-minggu bahwa KTT Rabu ini, yang dihadiri 27 pemimpin Uni Eropa dan para pemimpin negara zona euro, akan dapat menghasilkan skema rinci untuk memerangi krisis utang ini, seorang sumber menyatakan tampaknya kecil kemungkinan mereka akan bisa menyepakati angka konkret,

"Angka-angka belum final--Anda harus memiliki semua parameter terlebih dahulu dan melihat apa yang diperlukan dan apa faktor leverage-nya. Dibutuhkan banyak pekerjaan teknikal untuk sampai pada angka itu," kata seorang pejabat Uni Eropa, sembari menambahkan bahwa pembahasan akan berlanjut di hari Rabu untuk mencoba mengegolkan konsensus yang telah dicapai di pertemuan pra-KTT.

"Para pemimpin akan menyetujui sejumlah opsi besok, tapi apakah itu akan menjadi sebuah kesepakatan lengkap dengan detail yang diperlukan, masih harus ditunggu. Saya kira itu akan jadi tantangan serius--akan sangat sulit untuk menyepakati semua hal."

Tampaknya, berbagai detail itu belum akan dapat sepenuhnya dirampungkan sampai pertemuan selanjutnya para menteri keuangan EU dan negara-negara zona euro yang dijadwalkan pada 7-8 November mendatang.

Alhasil, pasar keuangan tampaknya akan sangat kecewa dengan perkembangan ini, mengingat mereka telah berkali-kali diiming-imingi para pemimpin Uni Eropa bahwa resolusi atas krisis sudah begitu dekat. Nyatanya, Uni Eropa kini gagal memenuhi janji-janji itu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel