Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menganggarkan Rp25 miliar melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) untuk melanjutkan megaproyek Center Point of Indonesia (CPI) di kawasan Pantai Losari. Dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 digunakan untuk pemasangan tembok penahan ombak dan pengamanan pantai di sekeliling kawasan CPI, yang menjadi jualan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kepada investor. “2012 nanti, Pemerintah Pusat melalui Dirjen SDA akan menurunkan anggaran Rp25 miliar untuk mendirikan prasarana pengaman pantai di situ (CPI),” ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Soeprapto Budi Santoso,kemarin.

Dia menyebutkan, pemasangan tembok penahan untuk pengamanan pantai dari ombak tersebut juga berfungsi memperkokoh lahan CPI, khususnya di areal pembangunan Plaza Karebosi Baru, yang nanti didirikan di tengahtengah kawasan tersebut. Pihaknya juga akan memanfaatkan dana APBN ini untuk menggalakkan percepatan penimbunan yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Khusus untuk anggaran APBD Sulsel 2012 dari Dinas PSDA, masih digodok di DPRD Sulsel. “Kami masih belum tetapkan luasnya pembangunan pengamanan pantai di sana. Yang jelas, kami usahakan semua lingkaran akan diatur,”paparnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulsel Sumi Herisa Sikki menyebutkan, khusus pada 2012 nanti, pihaknya memprogramkan anggaran Rp2 miliar untuk kelanjutan pembangunan di kawasan CPI.

Sementara dana yang bersumber dari ABPN yang masuk ke instansi,rencananya baru dikucurkan setelah seluruh program penimbunan lahan di kawasan CPI telah dilaksanakan. “Kemungkinan anggaran kami dari pusat untuk CPI baru akan turun setelah seluruh lahan ditimbun. Untuk nilainya, saya tidak mau berspekulasi,” ujar dia saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.

Saat ini Pemprov Sulsel berencana menggandeng pihak ketiga dalam penimbunan areal seluas 100 hektare (ha) dari total lahan 157 ha di kawasan CPI. Seluas 50 ha lebihnya merupakan tanah tumbuh sehingga tidak membutuhkan lagi penimbunan. Salah satu pihak swasta yang telah meneken memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah, yaitu PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), yang juga pengelola kawasan Tanjung Bunga. Nilai penimbunan di CPI ditaksir mencapai Rp1 triliun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel