Izedrik Emir Moeis

Setelah mangkir dari dua kali panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Izedrik Emir Moeis, Kamis (12/1/2012) memenuhi panggilan pemeriksaan. Politikus PDI-Perjuangan itu menjadi saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

Dengan mengenakan kemeja coklat, Emir tiba di gedung KPK, Jakarta tanpa banyak bicara. "Nanti saja ya," ujarnya.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, pemeriksaan Emir kali ini merupakan penjadwalan ulang atas pemeriksaan yang dua kali batal karena Emir tidak hadir. Emir akan dimintai keterangan bagi Nunun Nurbaeti, tersangka kasus cek perjalanan ini.

Adapun Emir Moeis kerap disebut namanya dalam lingkaran kasus dugaan suap cek perjalanan ini. Ia diduga turut menerima cek perjalanan terkait pemilihan DGSBI 2004 yang dimenangkan Miranda Goeltom. Saat itu, Emir menjadi Ketua Komisi IX DPR, komisi yang bertugas menyeleksi DGSBI.

Sejumlah anggota DPR 1999-2004 fraksi PDI-Perjuangan yang menjadi terpidana dalam kasus ini, pernah mengungkapkan dugaan keterlibatan Emir. Agus Condro misalnya, mengatakan bahwa Emir mengetahui pembagian cek perjalanan di fraksinya tersebut. Selain itu, kata Agus, kesaksian Emir dapat menjadi pintu masuk mengungkap keterlibatan Miranda Goeltom.

Berdasarkan fakta persidangan anggota DPR 1999-2004, Emir sempat menerima sejumlah cek perjalanan. Sehari kemudian, cek tersebut dikembalikan Emir ke Panda Nababan. Saat mengembalikan cek, tutur Agus, Emir mengatakan ke Panda bahwa dirinya tidak mau menerima cek dari Miranda yang merupakan teman sekolahnya dulu.

Adapun kasus dugaan suap cek perjalanan ini menyisakan Nunun Nurbaeti yang ditetapkan sebagai tersangka. Istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Darajatun itu masih menjalani proses penyidikan di KPK.

Sementara lebih dari 30 anggota DPR 1999-2004 yang menerima cek perjalanan, telah divonis. Beberapa diantaranya selesai menjalani masa hukuman mereka. Namun, siapa dalang di balik pemberian 480 lembar cek perjalanan tersebut belum terungkap.

Selain Emir, KPK sebelumnya memeriksa anggota DPR 1999-2004 lain, yaitu Paskah Suzetta, Hamka Yandhu, Dudhie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Agus Condro, dan Endin Soefihara. Mereka juga dimintai keterangan sebag saksi bagi Nunun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel