Pembangunan fisik megaproyek transportasi massal

Pembangunan fisik megaproyek transportasi massal, monorel, ditargetkan mulai September mendatang. Saat ini proyek PT Hadji Kalla tersebut sisa menunggu izin Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek yang menghubungkan antara Kota Makassar, Maros, dan Sungguminasa ini menunggu terbitnya izin operasi dan penggunaan median jalan. Jika izin tersebut diperoleh, proyek Rp4 triliun ini akan langsung dimulai.

“Sesuai rencana kami, proyek moda transportasi massal ini dimulai September (2012) dengan melakukan ground breaking. Insya Allah seluruh proses perizinan tersebut telah keluar sebelum target pembangunan dimulai,” kata Business Development PT Indonesia Green Manajemen Andi Asmir, kemarin. Rekanan PT Hadji Kalla dalam proyek monorel itu mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama Pemprov Sulsel serta Pemkot Makassar, Maros, dan Gowa, akan melelang pengerjaan proyek tersebut.

Hasil lelang ini kemudian akan dikoneksikan dengan seluruh proses perizinan dari dua kementerian terkait. “Ini kan proyek kerja sama pemerintah dan swasta, jadi akan dilelang dulu supaya connect dengan perizinan,” ungkapnya. Dalamground breakingakan dimulai sekaligus tiga jalur monorel yang menghubungkan tiga kota ini. Tiga jalur itu,Daya-Karebosi sepanjang 14 km yang melewati jalur Jalan Perintis Kemerdekaan, Urip Sumohardjo, Jalan Bawakaraeng, dan berakhir di Lapangan Karebosi sebagai stasiun utama.

Kemudian jalur Lapangan Karebosi-Sungguminasa yang melewati sejumlah jalur strategis di Kota Makassar hingga Kabupaten Gowa, dengan memiliki panjang 12 km. “Pengerjaannya akan kami lakukan serentak di tiga jalur. Jadi, tidak akan dilakukan bertahap seperti rencana dulu,” pungkasnya. Dia menargetkan seluruh proses pengerjaan tersebut membutuhkan waktu dua tahun dan dipastikan sudah bisa dimulai pengoperasiannya pada 2015. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulsel Masykur Sultan menyebutkan, PT Hadji Kalla telah merampungkan masterplan dan detail engineering design (DED) proyek itu.

Seluruh dokumen yang telah diselesaikan ini rencananya juga akan divalidasi atau disahkan terlebih dahulu sebelum dimulainya proses pengerjaan. Karena itu, dibutuhkan izin dari kementerian terkait untuk pembangunannya. “Kalau ini berjalan baik, kami bisa memulai pengerjaan monorel pada 2012 ini.Yang jelas, seluruh dokumennya valid terlebih dahulu,” katanya, kemarin.

Sebelumnya Direktur Pengembangan PT Hadji Kalla Solihin Kalla menyebutkan, transportasi monorel ini sangat cocok untuk Makassar dan hampir tidak dibutuhkan pembebasan lahan. Dia juga berjanji akan menggunakan gunakan row material 100% dari Indonesia dalam pengerjaannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel