Uji Forensik Pada Luka Tembak

Puluhan mahasiswa mendesak polisi supaya melakukan uji forensik pada luka tembak yang menimpa Rahmatullah, warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, yang didakwa merampok. Protes mahasiswa ini dilakukan karea polisi diduga salah tangkap.

Aksi dilakukan dengan bentuk teaterikal di depan Markas Kepolisian Resor Jember dan DPRD Jember, Senin (30/1/2012). Kordinator Aksi Vian Hendro Legowo mengungkapkan, polisi menembak Rahmatullah dari jarak dekat. Padahal saat ditangkap Rahmatullah sedang tidak melakukan perlawanan, sehingga dalam kasus ini banyak ditemui kejanggalan.

"Untuk itu, kami dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menunutut supaya oknum polisi yang menyalahi prosedur tetap penangkapan ditindak tegas. Selain itu, sistem kerja dan dan mentalitas di internal kepolisian supaya dibenahi," seru Vian.

Ia menambahkan, kasus salah tangkap yang menimpa Rahmatullah telah memasuki babak yang semakin krusial. Ini terjadi sejak awal persidangan dan muncul kejanggalan demi kejanggalan. Antara lain mulai dari barang bukti yang dipaksakan ada, hakim yang berganti sidang, dan Rahmatullah tidak boleh memanggil saksi yang meringankan.

Juru bicara Polres Jember Ajun Komisaris Bangun Wicoro mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Rahmatullah sudah sesuai prosedur. Ini dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan yang dibuat polisi sudah diterima kejaksaan dengan P21 dan telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jember.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel