Anggaran pembangunan Instalasi Pe-ngolahan Limbah

Anggaran pembangunan Instalasi Pe-ngolahan Limbah (IPAL) Losari sebesar Rp400 miliar terancam dikembalikan ke Pemerintah Pusat. Pengembalian dana tersebut akan dilakukan jika target pembebasan lahan proyek yang ditargetkan Maret mendatang, tidak tercapai. Hingga saat ini Pemkot Makassar belum melakukan pembebasan lahan di sekitar wilayah Tanjung Bunga.

Luas lahan yang dibutuhkan pada proyek IPAL yang meng- cover wilayah Makassar Maros, Sungguminasa,dan Takalar tersebut mencapai 5 ha. Karena itu,Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang juga Ketua Badan Kerja Sama Pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata, mendesak Pemkot Makassar melakukan pembebasan lahan.

“ Kemarin, saya tuntut bagaimana lahan pengelolaan limbah bisa dibebaskan”. “Hingga Maret (2012), kalau tidak selesaikan (pembebasan lahan) oleh Makassar,dananya akan dipindahkan. Padahal itu cukup besar, sekitar Rp400 miliar lebih,” katanya, kemarin. Dia mengatakan, beberapa kali melakukan komunikasi dengan pejabat terkait di Pemkot Makassar untuk mempercepat proses pembebasan lahan IPAL. Hanya, hingga saat ini proyek tersebut belum ada kemajuan.

“Deadline kami sampai Maret. Namun, kami berusaha negosiasi dengan Pemerintah Pusat untuk diundur. Saya juga pertanyakan kepada Asisten I Pemkot Makassar, bagaimana? Sudah sampai di mana?” pungkas dia. Saat disinggung mengenai perkembangan proyek bypass Mamminasata 2012 ini,dia beralasan, terkendala dalam proses pembebasan lahan.Pembebasan lahan dan fisiknya rencana dimulai dengan membangun jalan dari Kecamatan Maros Baru melewati Moncongloe. Kemudian dilanjutkan di Kecamatan Pattalassang dan berakhir di Kecamatan Galesong, Gowa.

”Kami selalu terbentur dalam pembebasan lahan.Pusing juga saya. Padahal sudah patok dan pematangan lahan,anggaran konstruksinya Rp800 miliar,” papar dia kepada wartawan. Rencananya, jalan baru sepanjang 50 km ini merupakan jalur bebas hambatan tanpa adanya permukiman penduduk dan pedagang di sepanjang lokasi. Bypass ini juga menjadi tumpuan mengurangi kemacetan kendaraan di Kota Makassar. Namun, dengan adanya oknum- oknum yang mempermainkan harga lahan, proyek tersebut hingga kini belum bisa dimulai. “Kemarin, sebenarnya sudah akan dimulai.

Pemkab Gowa mau membebaskan, tapi Maros belum. Idealnya, pembebasan lahan ini harus bersamaan agar tidak timpang,”tandasnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel A Bakti Haruni menyebutkan, tahun ini pihaknya akan memprogres pembangunan sejumlah infrastruktur di kawasan Mamminasata. Proyek tersebut, di antaranya IPAL Losari, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pattalasang, dan jalan trans yang menghubungkan kawasan metropolitan Mamminasata. Dia mengaku, proyek IPAL Losari saat ini dalam pembebasan lahan oleh Pemkot Makassar. Sementara TPA Pattalassang di Kabupaten Gowa, dalam persiapan pembangunan fisik dengan anggaran Rp400 miliar yang bersumber dari pinjaman luar negeri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel