SMPN 6 Katinting Membutuhkan Askes Jalan

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Katinting Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandara (Polman) yang dibangun 2006 silam itu butuh perhatian pemerintah. Kendati pun masih terbilang muda dan memiliki bangunan yang masih lengkap, namun sekolah ini butuh akses jalan yang memadai karena saat hujan turun, jalan menuju gedung itu menjadi lincin dan ber-lumpur. Sekolah ini tidak berada di pegunungan yang terpencil, namun dibangun diatas tanah bekas persawahan dan masih berada di tengah persawahan.

”Bangunan sekolah ini memang dibangun di lokasi persawahan dan tambak, jadi gampang tergenang air, jika hujan turun dan jalan setapak menuju sekolah juga belum diaspal, sehingga guru dan siswa terpaksa harus buka sepatu karena becek dan berlumpur,” kataKepala SMPN 6 Katitting Rahmadi. Menurut dia, kondisi ini berlangsung sejak sekolah ini didirikan pada tahun 2006 menggunakan bantuan dana block grant.

Bangunan sekolah ini termasuk ruang kelas dan kantor bahkan tergenang air saat hujan turun. Kondisi yang dialami SMPN 6 Katitting sudah disampaikan ke Pemkab dan DPRD Polman, namun hingga kini belum ada upaya perbaikan.“Kami telah berupaya membantu namum realisasi pemerintah belum ada. Kami juga sudah menyampaikan ke dewan tapi hingga kini belum ada perbaikan,” ujar seorang pemerhati pendidikan Sarwono.

Tokoh masyarakat Kecamatan Tinambung Ramli mengatakan bahwa upaya untuk mengatasi kondisi di SMPN 6 yang rawan banjir harus dimulai dari pemagaran lokasi sekolah, karena pondasi ntuk pagar bisa menahanluapanairyangdatang dari tambak di sekitarnya. Saat ini sekolah tersebut belum mempunyai pagar permenen, seharusnya pemerintah memperhatikan sebelum kondisinya lebih parah,”ujar dia. Selain kondisi bangunan yang rawan banjir, fasilitas penunjang proses belajar mengajar juga dimiliki sekolah ini juga belum memadai seperti perlengkapan laboratorium dan perpustakaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel