Pembayaran Rekening Listrik

Warga di Kecamatan Bengo dan Lappriaja, mengeluhkan pembayaran rekening listrik yang membengkak hingga sekitar 500%. Husni, warga Bengo mengaku, biasanya membayar rekening listrik sekitar 170.000 per bulan. Namun beberapa bulan terakhir, dia terpaksa membayar hingga Rp700.000 per bulan.

Saya sudah melaporkan masalah ini kepada aparat desa dan ke pihak PLN Ranting Bengo,”kata Husni. Kepala Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Sunding mengatakan, warga mengancam melakukan aksi demonstrasi jika PLN tak mencarikan jalan keluar terkait kerugian warga akibat besarnya biaya yang harus dikeluarkan warga saat membayar rekening listrik.

Syamsuddin salah satu staf PLN Ranting Patangkai,Kecamatan Lapriaja mengaku, lonjakan tagihan rekening listrik warga itu akibat kesalahan entry atau pencatat meteran yang dilakukan petugas PLN. Dia menyarankan kepada warga yang merasa dirugikan agar segera lapor kepada PLN. “Nanti kalau ditemukan pembayaran lebih tinggi dibanding pemakaian, sebagai kompensasi pada bulan berikutnya warga hanya membayar biaya beban saja,”kata Syamsuddin.

Kepala Bagian Humas PLN Cabang Watampone Agus Salim mengatakan, segeram memanggil petugas pencatat meteran rekening listrik di dua Kecamatan Bengo dan Lappriaja. Saya sudah panggil pimpinan rantingnya. Besok (hari ini) dia harus menghadap ke kantor. Tidak bisa alasan entry karena sekarang sistem online,” kata Agus ketika ditemui di Kantor Bupati Bone kemarin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel