Pengadaan Perlengkapan Alat Olahraga

Satuan tugas (Satgas) pengendalian latihan menargetkan pengadaan perlengkapan alat olahraga untuk kontingen Sulsel sudah harus rampung bulan ini. Ketua Satgas pengendalian latihan KONI Sulsel,Marzuki Wadeng mengatakan sejak April lalu pihaknya sudah meminta pelatih dan atlet,membuat spesifikasi dan memesan alat olahraga yang akan digunakan saat traning centre (TC) dan PON Riau, September nanti. Menurut Marzuki, semua kelengkapan alat olahraga tersebut sudah harus datang ke Makassar.”Batas waktu pengadaan alat olahraga hanya sampai bulan ini.Itu karena beberapa pertimbangan,”sebutnya.

Di antaranya sejumlah alat yang akan digunakan,harus dibeli di Jawa.Sebagian lagi didatangkan dari luar negeri.”Tentu saja, akan sangat rawan jika alat tersebut terlambat sampai di Makassar,”jelasnya. Apalagi alat-alat tersebut tidak bisa langsung dipakai. Karena harus diperiksa spesifikasinya.”Bisa jadi yang dikirim adalah barang bekas. Atau tidak sesuai spesifikasi,”papar dia.

Alat-alat yang paling rawan,dari olahraga air seperti ski air,layar,dayung, dan selancar angin.Termasuk gantole dan para layang.”Harus diperiksa.Setelah dinyatakan cocok, baru bisa digunakan,” ucapnya. Pengetatan pengawasan alat ini, berdasarkan pengalaman Sulsel di PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu. ”Saat itu, beberapa cabang olahraga tidak bisa tampil maksimal,”tegasnya.

Penyebabnya,alat yang digunakan atlet tidak sesuai dengan spesifikasi.”Makanya kami berikan tenggat waktu di bulan ini untuk kesiapan semua alat,”kata dia. Sementara itu,pengamat olahraga asal Sulsel Mirdan Midding menyarankan, semua alat olahraga yang digunakan saat TC dan PON nanti,harus lengkap dan layak. ”Saya dapat informasi,banyak atlet mengeluhkan keterbatasan perlengkapan,”paparnya.

Dia mengatakan, jika hingga Juni alatalat tersebut masih kurang tersedia, maka potensi tidak maksimalnya program latihan atlet Sulsel sangat besar.”Kami berharap, semua pihak yang terlibat memahami ini,” tandasnya. Mirdan juga mengakui,persiapan atlet Sulsel di PON Riau tahun ini tidak begitu maksimal. Penyebabnya, karena minimnya dana.”Pemerintah daerah masih fokus pada Pilkada. Makanya persiapan PON tidak mendapatkan perhatian serius,” ucapnya.

Walau demikian dia berharap,atlet tidak menyerah dengan keterbatasan ini. Mereka tetap diminta fokus latihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.”Memang kondisinya sedang sulit,”kata Mirdan. Diketahui, PON Riau tahun ini Sulsel turun di 38 cabang olahraga.Dari jumlah tersebut,17 cabang dijadikan andalan untuk membidik medali emas, perak dan perunggu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel