Bayi Badak Sumatera Bernama Andatu

Bayi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Andatu telah lahir pada Sabtu (23/6/2012) pukul 00.45. Andatu merupakan hasil perkawinan badak jantan dari Kebun Binatang Cincinnati Andalas dan badak betina Ratu dari Taman Nasional Way Kambas.

Kelahiran Andatu disambut gembira oleh dunia. Andatu adalah bayi badak Sumatera pertama sejak 124 tahun terakhir di Way Kambas. Satu pertanyaan yang mungkin tersisa adalah, kapan Andatu bisa dilihat oleh publik? Menanggapi pertanyaan itu, Widodo S Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia mengatakan, "Nanti kalau ari-arinya (plasenta) sudah oke baru bisa dilihat lebih banyak orang."

Meski demikian, Widodo juga berharap bahwa pihak yang melihat Andatu tak terlalu banyak. Hal tersebut bertujuan menjaga kondisi Andatu yang masih bayi sehingga terhindar dari stress. Saat ini, Andatu kurang lebih sudah berumur 3 hari. Mengenai perkiraan jangka waktu Andatu sudah bisa dilihat umum, Widodo mengatakan mungkin sekitar dua minggu lagi.

Widodo menjelaskan, pascakelahiran Andatu, para keeper terus berjaga melindungi Andatu dan ibunya, Ratu. Pasalnya, di sekitar habitat badak Sumatera di Way Kambas, terdapat juga ular, harimau, dan hewan lain yang mungkin memangsa.

"Setelah lahir, di sekitarnya itu kita beri garam. Keeper terus menjaga karena setelah melahirkan ada bau amis," kata Widodo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/6/2012). Sementara itu, pejantan Andalas kini sedang dijodohkan dengan badak betina lainnya, Rosa, dari Bukit Barisan Selatan. Andalas diharapkan bisa menghamili Rosa dan satu badak betina lainnya bernama Bina dari Way Kambas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel