Bentrokan Antara Mahasiswa Dan Polisi

Sejumlah warga di kawasan Wara, Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, ikut bergabung dengan mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) untuk melawan polisi saat bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di kawasan tersebut, Selasa (29/10/2013).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, warga mulai bergabung dengan mahasiswa saat polisi berhasil memukul mundur mahasiswa dari kampus. Warga lalu membantu mahasiswa dengan memblokade jalan masuk kampus tersebut.

Sejumlah warga di kawasan tersebut juga terlibat baku lempar dengan polisi selama beberapa jam di kawasan itu, sebelum akhirnya polisi mampu membubarkan massa dan membongkar blokade jalan.

Sejumlah warga yang enggan namanya dipublikasikan kepada Kompas.com di lokasi kejadian mengatakan, mereka terpaksa membantu mahasiswa karena selama ini mereka telah mengenal dekat mahasiswa.

Mereka juga marah karena pihak kampus dan polisi membiarkan puluhan orang tidak dikenal masuk ke area kampus untuk membubarkan aksi mahasiswa. Menurut warga dan mahasiswa, puluhan orang tidak dikenal tersebut merupakan preman suruhan rektor Unidar, Ibrahim Ohorela.

"Polisi terlalu arogan, mengapa para preman dibiarkan dan mahasiswa diperlakukan kasar, seharusnya polisi mengamankan preman-preman itu," kata seorang warga.

Puluhan orang tidak dikenal ini tampak memakai anting di telinga dan tercium bau minuman keras saat mereka berada di kampus tersebut. Mahasiswa sendiri sebelumnya telah meminta kepada polisi agar dapat mengamankan puluhan orang tidak dikenal tersebut.

Dalam bentrokan itu, sejumlah warga juga mengeluh mata mereka pedih dan sulit bernapas setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa. Bentrokan ini sendiri mengakibatkan lebih dari sepuluh mahasiswa menderita luka-luka akibat terkena pukulan polisi. Selain itu, lima mahasiswa juga pingsan setelah menghirup gas air mata.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel